Arsip untuk kategori ‘Ubuntu 10.04’
Google Larang Karyawan Gunakan Windows
MOUNTAIN VIEW, KOMPAS.com — Raksasa internet Google telah memutuskan untuk tak lagi menggunakan sistem operasi Microsoft Windows di kantor pusatnya. Menurut laporan yang dilansir Financial Times, Google melarang penggunaan Windows di jaringan internalnya untuk mengantisipasi masalah keamanan setelah mengalami kebobolan besar-besaran akhir tahun lalu.
Disebutkan, Google meminta karyawan baru agar tidak lagi memesan komputer dengan sistem operasi Windows. Sebagai gantinya, mereka hanya diperbolehkan menggunakan sistem operasi Linux atau Mac. Sebelumnya, Google membebaskan karyawannya untuk memilih sistem operasi yang diinginkan.
Sejumlah karyawan Google masih bisa menggunakan komputer Windows, tetapi harus dengan izin khusus. Misalnya, pada komputer-komputer yang dipakai untuk mengetes layanan-layanan yang dirilis Google, di mana para insinyurnya masih harus menguji coba secara langsung di berbagai platform.
Baca entri selengkapnya »
Setting Praktis Ubuntu dengan UCC
Ubuntu Control Center (UCC) adalah sebuah aplikasi layaknya control panel yang ada pada Ubuntu, aplikasi ini terilhami dengan Aplikasi yang ada pada mandriva control Center
Namun aplikasi ini terasa kurang berisi jika di bandingkan dengan Gnome Control Centre, kelebihan dari UCC ini adalah aplikasi ini memang dibuat untuk Ubuntu. Pilihan menu yang masih minimalis mungkin menjadi kekurangan dari aplikasi ini, juga aplikasi ini tidak terdapat di repository PPA tidak seperti aplikasi lain yang ada di Ubuntu.
Jika anda ingin melihat-lihat UCC berikut kami sertakan tangkapan layarnya
Baca entri selengkapnya »
Upgrade ke Ubuntu 10.04 dengan CD
Ceritanya begini,, komputer saya kan dulu udah saya install Ubuntu 9.10 dan sudah banyak aplikasi yang terpasang disana. Nah masalahnya komputer bututku ini ingin aQ install Ubuntu 10.04 yang terbaru, setahu saya untuk ganti ke Ubuntu versi terbaru tanpa harus menghilangkan aplikasi yang sudah saya install yakni dengan cara upgrade. yakni dengan cara apt-get upgrade maka Ubuntu otomatis menjadi versi yang lebih baru yakni Lucid Lynx dengan syarat saat upgrade harus ada koneksi internet.
Nah… yang menjadi masalah adalah saya tidak punya koneksi internet yang cepat sehingga untuk upgrade males nunggunya di kampus unijoyo juga kalau siang lambat banget koneksinya jadi ya gitu deh,,. Tetapi setelah cari-cari sana sini akhirnya nemuin juga upgrade pake CD di situs resmi Ubuntu
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk mengupgrade Ubuntu 9.10 ke 10.04 tanpa perlu koneksi internet yang sudah saya terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Baca entri selengkapnya »
Model Baru pada Ubuntu Keren
Momen menjelang rilis terbaru Ubuntu versi Long-Term-Support (LTS atau Dukungan Jangka Panjang) tampaknya dimanfaatkan oleh Canonical untuk memperbarui brand (pencitraan) Ubuntu. Bila sebelumnya tagline (motto) Ubuntu adalah “Linux for Human Being” (Linux untuk Umat Manusia), maka sekarang akan dirubah menjadi “Ubuntu is Lightware” (Ubuntu itu Ringan). Ya, tema Ubuntu kali ini adalah “light“, yang bisa diartikan sebagai “ringan” dan “bercahaya”.
Selain itu, Ubuntu (dan variannya) juga akan memperoleh sejumlah perubahan yang cukup radikal dari sisi desain, termasuk logo, tema desktop, desain situs, dan lainnya. Perubahan-perubahan ini tampaknya akan direalisasikan sejak rilis Ubuntu 10.04 Lucyd Lynx nanti. Apa saja yang berubah?
Yang paling kelihatan adalah tampilan tema default pada desktop Ubuntu. Berikut tampilannya:
Hmm … sekilas tampilannya terlihat seperti tampilan desktop Mac? ^^ Walaupun demikian, menurut saya, tampilan tema baru ini lebih manis dan segar di mata. Di samping gambar latar belakang baru, beberapa ikon aplikasi dan widget juga diperbarui. Namun ada satu perubahan yang tidak “lazim” yaitu letak tombol Maximize, Minimize, dan Close pada jendela. Ya, tombol-tombol tersebut diletakkan di pojok kiri atas, bukan pojok kanan atas seperti versi Ubuntu sebelumnya. Kesan Mac semakin terasa …. ^^;
Ya, situs Ubuntu nanti juga akan mengalami perubahan. Hmm … sekali lagi saya “menangkap” kesan Apple dan Mac pada desain tampilan baru situs Ubuntu ini. Apakah ini hanya perasaan saya saja atau … ? ^^;
Desain baru CD Ubuntu ini juga sekilas mengandung unsur Mac … menurut saya. ^^ Jadi, bagaimana komentar anda mengenai pencitraan baru Ubuntu ini? Suka? Tidak suka? Lebih lengkap mengenai pencitraan baru Ubuntu ini bisa anda lihat di tautan sumber (di bawah ini). ^^
Mencoba Ubuntu Lucid Lynx Testing
Splash baru, berbasis Plymouth
Memang, tidak ada begitu wah dengan desktop GNOME yang ada pada Ubuntu Lucid Lynx versi percobaan. Wallpaper masih seperti versi sebelumnya, begitu juga temanya. Hanya saja untuk penampilan ikon-nya ada sedikit perubahan, setelah dua hari lalu saya sempat meng-update-nya. Jadi terlihat agak sedikit maco dan keren
Ini sedikit preview-nya saya ambil dari panel bagian atas :

Pengunaan aplet Indikator
Aplet indikator ini menurut saya fungsinya sama saja dengan aplet area notifikasi, tapi entah mengapa beberapa aplikasi kini lebih cenderung memanfaatkan aplet indikator ini untuk menampung ikon-ikon program yang berjalan di balik layar.
Pada versi sebelumnya, aplet indikator ini hanya dimanfaatkan oleh aplikasi perpesanan Empathy dan Evolution (keduanya menyatu dengan ikon berlambang amplop surat). Namun sekarang, aplikasi Rhythmbox, Transmission (jika fungsi “show in notification area” diaktifkan”), dan bahkan bar volume juga ditempatkan di aplet indikator.
Satu hal yang menurut saya menjengkelkan dengan aplet indikator ini adalah pada saat mengganti lagu Rhythmbox melalui aplet indikator. Dulu saya biasa klik kanan lalu pilih “Next”, namun sekarang tidak bisa menggunakan klik kanan, melalinkan harus klik kiri. Sepertinya ini sedikit meniru gaya Mac OS X
Simple-scan, aplikasi scaning sederhana
Ribet untuk menggunakan aplikasi xsane hanya untuk sekedar melakukan scanning dokumen secara sederhana? Jangan khawatir, Ubuntu versi terbaru ini menyediakan aplikasi bernama simple-scan, yang bisa dibuka melalui menu Aplications | Graphics | Simple Scan.
Aplikasi ini mampu untuk melakukan scaning melalui scanner yang didukung oleh xsane, serta melakukan fungsi-fungsi sederhana seperti memotong dan memutar hasil scan.
Baca entri selengkapnya »














