WinUTuxU, Windows XP bermuka Ubuntu Linux ?

a.. saat saya dikasih informasi oleh teman bahwa sudah ada Linux yang support 100% program windows saya langsung tertarik. Dengan platform yang berbeda tetapi bisa dikawinkan.. wah siapa yang tidak ngiler mencoba OS ini. Namanya WinUtuxU, yang kemungkinan merupakan singkatan Windows Ubuntu Linux. Kenapa kemungkinan ? Karena saya cari referensi kemana-mana tidak menemukan kepastian siapa pembuatnya dan apa spesifikasinya sehingga saya simpulkan sendiri aja artinya :) .

Bahkan untuk mencari file ISO Winutuxu inipun merupakan suatu perjuangan tersendiri. Teman saya sendiri juga dapatnya informasi setelah baca di salah satu forum yang menanyakan tentang Winutuxu ini, sedangkan ISO-nya, dia juga tidak punya. Singkat cerita, setelah mendapatkan ISO-nya, saya lakukan burning ke CD dan saya coba lakukan instal ke salah satu komputer saya yang sedang menganggur.

Lebih menarik lagi, di salah satu file di dalam ISO tersebut saya menemukan cover cd untuk WinUtuXu yang bergambar Bill Gates. Komputer ini saya pakai karena harddrive nya lumayan tidak terlalu besar (4,2 GB) dengan prosesor Pentium 4 dan memori 512MB saja. Kebetulan tidak ada data penting di komputer ini karena saya menghindari kalau ternyata winutuxu ini hanyalah suatu “banyolan” saja, mengingat ada gambar Bill Gates dan ucapan terima kasih Bill Gates telah memilih winutuxu ini.

Setelah CD masuk ke drive saya lakukan warm-boot dan langsung auto run melakukan instalasi. Cukup kaget juga ketika di layar monitor terpampang blue-screen instalasi milik Windows XP. Sama persis, tidak ada bedanya seperti kalau kita install windows. Dari sini saya sudah curiga, tetapi dasar keingintahuan yang besar, saya lanjut saja prosesnya. Setelah instalasi blue-screen milik windows ini, saya dibawa ke theme instalasi yang mirip windows juga tetapi sudah berganti wajah dengan milik Ubuntu. Yang menarik adalah ada kalimat berikut :

Thank you for choosing WinUtuxU Open Source. This version is completely different to the other versions of windows, It depend the brand new look and feel, Depending on OpenSourse software only, No need of cracks, serials or patches, The style never won’t change even after taking the update from microsoft, The style will still the same as it was.

winutuxu_install.jpgAnda merasa ada yang aneh dengan kalimat diatas ? Saya juga merasa aneh, beberapa memang kalimatnya tidak sesuai dengan kaidah bahasa inggris yang baik, ada kata-kata yang juga salah, seperti OpenSourse yang seharusnya OpenSource. Yang lebih janggal adalah kalimat yang menyatakan bahwa OS ini bisa melakukan/mendapatkan update melalui microsoft.

Dalam tahap ini kecurigaan mulai 50% bahwa OS ini merupakan banyolan saja. Tetapi demi memuaskan rasa ingin tahu, ya saya teruskan saya prosesnya. Dan akhirnya proses instalasi selesai 100% dan setelah itu saya melakukan booting PC.

Screen awal cukup mengesankan, Ubuntu style dikawinkan dengan status bar versi windows. Ada kalimat : Created By WinUtuxU Team 2007. Logo ditengah tetap Ubuntu dengan background hitam. Setelah masuk ke desktop saya melihat gambar dekstop milik Ubuntu versi XP style menjadi theme-nya.

Mengesankan sekali. Saya coba beberapa aplikasi yang sudah terinstall secara otomatis disini, seperti OpenOffice, GIMP, Blender, Thunderbird, dll. Pada awal percobaan, semua aplikasi berjalan dengan lebih cepat dibandingkan bila kita memakai windows xp itu sendiri. Dengan spesifikasi komputer yang minim, saya coba buka semua aplikasi secara bersamaan dan tetap berjalan dengan cepat.

winutuxu_desktop.jpg

Semua menu adalah menu Windows XP. Saya coba mengintip apa yang ada di System Properties. Wah..wah… sekali lagi, persis milik windows. Setelah mencoba selama hampir seharian, install sana-sini aplikasi tambahan dan coba sana-sini semua aplikasinya, saya memutuskan untuk format ulang harddrive saya dan kembali saya install Ubuntu Linux di komputer ini. Saya pikir membuang energi dan waktu saja kalau memakai OS Banyolan ini.

Berikut adalah kesimpulan saya atas WinUtuxU :

  1. OS ini merupakan OS Banyolan. Pembuatnya sepertinya ingin membuat banyolan pada Bill Gates. OS sebenarnya ini adalah Windows XP. Saya berkeyakinan 100% bahwa pembuatnya dari Arab karena beberapa tulisan masih berbahasa Arab dan belum diterjemahkan ke Inggris. Atau paling tidak pembuatnya menggunakan Windows XP versi Bahasa Arab untuk melakukan guyonan-nya.
  2. OS ini memang bisa melakukan update melalui website microsoft tanpa harus melalui WGA (Windows Genuine Advantage) tetapi secara legalitas saya yakin ini melanggar HAKI.
  3. Saya mencurigai, beberapa aplikasi yang terinstall secara otomatis di OS ini didalamnya terdapat banyak spyware dan trojan. Terbukti saat saya lakukan scan dengan antivirus AVIRA (Luke FileWalker) tertangkap sangat banyak sekali file yang mengandung trojan.
  4. Namanya OS Banyolan, maka banyak terjadi erroneous-text karena usaha dari pembuatnya menterjemahkan ke Bahasa Inggris yang tidak sempurna malah terkesan asal-asalan atau kata teman saya, tidak begitu paham Bahasa Inggris.
  5. Kalau ada slogan Stay Away from Drugs, maka slogan saya, Stay Away from WinUtuxU karena hal-hal diatas. Tetapi kalau mau mencoba dan menggunakannya ya monggo saja.

wintuxu_system.jpg

Itulah hasilnya setelah seharian mencoba WinUtuXu, Windows bermuka Ubuntu Linux. Pertanyaan saya, jika anda ingin OS Linux, buat apa memakai Windows bermuka Ubuntu Linux jika bisa langsung memakai versi asli Ubuntu Linux gratis ? Jika anda ingin memakai Linux yang berkemampuan seperti windows, jangan memakai linux, pakailah windows saja karena platformnya sudah beda meskipun ada juga emulator windows untuk linux, tetapi menurut pengalaman saya, tidak semua aplikasi windows bisa berjalan dengan baik dengan memakai emulator ini.

Semoga review saya ini berguna bagi anda yang memiliki rasa ingin tahu yang besar atas hal baru, seperti yang ada pada WinUtuxU ini.

2 thoughts on “WinUTuxU, Windows XP bermuka Ubuntu Linux ?

  1. maaf sebelumnya, saya masih gak percaya kalau winutuxu sama persis dengan windows. kalau gak percaya coba buka run masukan gpedit.msc lihat sendiri bedanya mencolok banget. gak ada local machine di situ. terus winutuxu tidak terinstal directx.
    nah.. kalau anda tanya kenapa gak pakai windows? jawabnya mudah.. Harganya mahal banget. bayangkan kalau pemilik warnet pakai window os untuk semua pc? terus kalau pakai Linux memang gratis, tapi saya kemarin coba pakai ubuntu hasilnya buat konfigurasi internet sulit banget. jadi gak bisa online, repotnya semua tutorialnya lewat internet terus musti gimana lagi solusinya selain memakai winutuxu?
    saat ini seluruh pc di warnet tempat saya sudah pakai winutuxu, dipakai untuk online game, beberapa software yang ngetop juga sudah suport, seperti photoshop cs 5, corel draw x3, microsoft words 2007. tapi nero versi 9 tidak support, jadi untuk penggantinya memakai magic iso. (Maaf kalau terpaksa menyebutkan merk dagang, bukannya bermaksud promo tapi ini untuk sekedar menggambarkan saja)
    Kalau ternyata winutuxu mengandung virus saya gak percaya, Semua pc sudah memakai anti virus bitdefender total security 2010. tidak ada virus yang terdetect dalam system yang berjalan. (sekali lagi, maaf terpaksa menyebut merk dagang)
    dan satu lagi kelebihan winutuxu, meskipun jumlah program yang terinstal banyak, performa tidak berpengaruh sama sekali persis seperti pada saat fresh instal. performa baru berbeda ketika kita menginstal anti virus, itupun perbedaanya tidak mencolok, hanya ketika start up berasa lebih lama sedikit. tapi selain itu normal gak ada penurunan performa. buat ngegame, buat menjalankan progam corel, photoshop, tetap normal.
    Bukannya saya membela OS mana yang terbaik, tapi saya hanya ingin bebas memanfaatkan pc milik saya. kalau menurut saya windows sudah melakukan monopoli. mereka sudah terlalu jauh masuk dalam privasi orang lain. sudah saatnya ada yang berkata tidak untuk windows.. Untuk linux wajar bagi saya kalau mereka memiiki beberapa kekurangan karena mereka masih dalam masa pertumbuhan tapi saya yakin mereka bisa lebih baik dari windows. mengingat betapa kuat komuniti yang mereka miliki saat ini. Harapan saya semoga para pengembang linux bisa lebih terpacu untuk mengembangkan OS yang mereka miliki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s