Mencoba Ubuntu Lucid Lynx Testing

Wah, sudah seminggu saya tidak sempet ngeblog, akhirnya punya waktu juga. Jadi kangen nih sama rekan-rekan blogger dan Linuxer semua😛.
Ngomong-ngomong kali ini saya akan mencoba versi percobaan dari Ubuntu 10.04 dengan nama kode “Lucid Lynx”. Versi percobaan ini sudah saya install sehari setelah rilisnya versi Alpha 2, kemudian saya update secara berkelanjutan hingga sekarang. Selama meng-update, banyak sekali perbaikan-perbaikan bug dan stabilitas sistem yang saya rasakan. Fitur-fitur tersebut akan saya ulas disini secara singkat. Kebetulan juga antarmuka dari Ubuntu saya menggunakan Bahasa Indonesia, hingga OpenOffice.org-nya sekalipun (paket openoffice.org-l10n-id sudah masuk pada repository main-nya Lucid Lynx).

Sekedar flashback, Ubuntu 10.04 kali ini akan memfokuskan stabilitas sistem dan pengurangan bug yang akan terjadi, sehingga diharapkan rilis kali ini akan lebih stabil daripada versi sebelumnya. Pantas saja bila versi ini diberi embel-embel LTS alias Long Term Support, dimana dukungan untuk Desktop akan diberikan selama 3 tahun semenjak dirilis, dan server mendapat dukungan sampai 5 tahun setelah dirilis. Untuk info rilis dan masa dukungan, silahkan klik tautan : https://wiki.ubuntu.com/Releases.



Splash baru, berbasis Plymouth


Padahal sebelumnya direncanakan bahwa penggunaan Ubuntu 9.10 (Karmic Koala) akan menggunakan Plymouth sebagai mesin untuk Bootscreen, menggantikan Usplash yang sudah digunakan oleh Ubuntu sejak versi 5.10. Namun hal tersebut ditunda, jadinya Ubuntu 9.10 masih tetap menggunakan Usplash + Xsplash.
Apa keuntungan Plymouth dibandingkan Usplash? Ternyata setelah saya rasakan, dengan penggunaan Plymouth ini, antara transisi penampilan logo splash Ubuntu dengan jendela login (GDM) tidak terjadi flicker, malah menggunakan efek fading sehingga Boot terasa lebih cepat dengan lebih keren menurut saya. Hanya saja, pengunaan splash berbasis Plymouth pada Ubuntu sampai saat ini masih tanpa animasi. Jika anda penasaran seperti apa, silahkan lihat video dibawah ini :

Desktop GNOME secara umum, biasa aja


Memang, tidak ada begitu wah dengan desktop GNOME yang ada pada Ubuntu Lucid Lynx versi percobaan. Wallpaper masih seperti versi sebelumnya, begitu juga temanya. Hanya saja untuk penampilan ikon-nya ada sedikit perubahan, setelah dua hari lalu saya sempat meng-update-nya. Jadi terlihat agak sedikit maco dan keren😀

Ini sedikit preview-nya saya ambil dari panel bagian atas :




Pengunaan aplet Indikator


Aplet indikator ini menurut saya fungsinya sama saja dengan aplet area notifikasi, tapi entah mengapa beberapa aplikasi kini lebih cenderung memanfaatkan aplet indikator ini untuk menampung ikon-ikon program yang berjalan di balik layar.

Pada versi sebelumnya, aplet indikator ini hanya dimanfaatkan oleh aplikasi perpesanan Empathy dan Evolution (keduanya menyatu dengan ikon berlambang amplop surat). Namun sekarang, aplikasi Rhythmbox, Transmission (jika fungsi “show in notification area” diaktifkan”), dan bahkan bar volume juga ditempatkan di aplet indikator.

Satu hal yang menurut saya menjengkelkan dengan aplet indikator ini adalah pada saat mengganti lagu Rhythmbox melalui aplet indikator. Dulu saya biasa klik kanan lalu pilih “Next”, namun sekarang tidak bisa menggunakan klik kanan, melalinkan harus klik kiri. Sepertinya ini sedikit meniru gaya Mac OS X😀

Simple-scan, aplikasi scaning sederhana


Ribet untuk menggunakan aplikasi xsane hanya untuk sekedar melakukan scanning dokumen secara sederhana? Jangan khawatir, Ubuntu versi terbaru ini menyediakan aplikasi bernama simple-scan, yang bisa dibuka melalui menu Aplications | Graphics | Simple Scan.

Aplikasi ini mampu untuk melakukan scaning melalui scanner yang didukung oleh xsane, serta melakukan fungsi-fungsi sederhana seperti memotong dan memutar hasil scan.

File Manager agak sedikit ringkas😀


Saya sangat sulit menjelaskan ringkasnya disebelah mananya, tapi menurut saya penampilan Nautilus pada Ubuntu 10.04 agak sedikit ringkas, sehingga melakukan manajemen berkas dan folder terasa lebih lega.

Dan lain-lain…

Ubuntu 10.04 juga telah menyediakan softare versi terbaru, seperti Linux Kernel 2.6.32, OpenOffice.org versi 3.2, Firefox versi 3.6, GNOME versi 2.29, dan sebagainya. Eh iya, seperti berita-berita sebelumnya bahwa Firefox di Ubuntu menggunakan mesin pencari Yahoo! sebagai default.
OK demikian sedikit cerita dari saya mengenai perubahan yang saya rasakan terhadap Ubuntu versi 10.04 LTS. Jadi kesimpulannya memang tidak ada perubahan yang begitu wah pada versi ini. Tidak ada GNOME versi 3.0, masih menggunakan versi 2.2x. Namun Ubuntu versi ini menjanjikan sistem operasi yang lebih stabil, less-bug, ramah pengguna dan sesuai untuk umat Manusia semuanya🙂
Jika anda berminat untuk mencoba-nya, silahkan unduh dari www.ubuntu.com, dan lakukan update secara berkala dan terus menerus untuk mendapatkan berbagai perubahan yang terjadi selama pengembangan. Namun ingat, anda harus menanggung sendiri risiko yang terjadi akibat mencoba-coba versi percobaan ini, karena versi ini masih belum stabil. Jika tidak ingin mengambil risiko, tunggu saja rilis Ubuntu 10.04 “Lucid Lynx” pada bulan April 2010.

Powered by WIRAMA, “Study, Share and Respect” – http://www.wirama.web.id.

3 thoughts on “Mencoba Ubuntu Lucid Lynx Testing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s