Sekolah Jepang : Siswa Jepang Dilarang Bawa Motor ke Sekolah (Part 2)

Setelah tulisan yang lalu diceritakan pengalamannya mengunjungi sebuah SMA, kini Gilig Pradhana, guru SMK Al-Furqan Kebonsari ini berbagi pengalaman saat diundang ke beberapa SD di Jepang. Melalui program Teacher’s Training dalam beasiswa Monbukagakusho yang diperolehnya, dia mengambil studi School Management.

Universitas Kobe membawa Kami para mahasiswa internasional ke sebuah SD. Di sana Kami disambut dengan manis sekali, anak-anak kelas 5 membawa selembar kertas yang mereka hiasi dan tulisi nama mahasiswa, “Youkoso Girigu-san” (Selamat Datang Pak Gilig). Saya pun diajak ke kelas mereka. Sambil lalu saya amati bahwa gedung sekolah tersebut ditopang dengan tiang-tiang baja berbentuk pipa sebesar pelukan orang dewasa yang disusun secara diagonal. Rupanya sampai begitu seriusnya orang Jepang menyiapkan diri akan kemungkinan gempa. Kobe menjadi terkenal setelah gempa yang meratakannya pada tahun 1995.
Baca lebih lanjut

Sekolah Jepang : Miliki Fasilitas Kolam Renang Meski Hanya 10 Siswa (Part 1)

Sekolah di Jepang

Sebenarnya halangan apalagi yang membuat Indonesia masih belum bisa maju dan merata dalam hal Pendidikan, kurikulum sudah sama dengan kurikulum sekolah-sekolah lain di dunia, bukunya juga sudah sama terus apalagi…. ada 1 hal yang belum sama yakni Sistem Pendidikan dan Pola Pikir. (ini menurut pendapat saya). Kalau sistem pendidikan dan pelaksanaannya sudah baik maka siswa semalas apapun akan dengan terpaksan menjadi seseorang yang terdidik dengan sendirinya.

Berikut ini adalah sedikit wawasan tentang sistem pendidikan di Jepang yang saya peroleh dari Internet,  semoga bisa bermanfaat bagi para pengunjung khususnya temen2 kampus..
Baca lebih lanjut

Blankonf : Konferensi Blankon 2010 di Surabaya Segera di Mulai

Blankon Konferensi

Setelah sukses terselenggara di Bogor tahun 2009, tahun ini Konferensi BlankOn Kedua (BlanKonf 2010) akan diselenggarakan di Surabaya. Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Komunitas BlankOn bekerjasama dengan KLAS (Kelompok Linux Arek Suroboyo) akan mengadakan BlanKonf 2010 di Universitas Surabaya selama 2 hari pada tanggal 31 Juli dan 1 Agustus 2010.

BlanKonf tahun ini akan istimewa karena selain menjadi acara peluncuran akbar Linux BlankOn versi terbaru 6.0 dengan kode rilis Ombilin yang dijadwalkan rilis pada 5 Juli 2010, BlanKonf 2010 juga akan menjadi ajang pertemuan untuk mempelajari peluang atau memulai pengembangan bisnis bersama BlankOn.

Sebanyak total 15 acara akan disajikan yang terdiri dari 5 presentasi utama, 5 presentasi diskusi serta 5 tutorial. Dua hari pelaksanaan BlanKonf akan diisi presentasi-presentasi utama dengan dua topik besar, yaitu BlankOn sebagai Proyek Pengembangan Open Source Software dan BlankOn sebagai Model Bisnis Open Source Software. Hari pertama Endy Chandra, seorang arsitek perangkat lunak asal Bandung akan menyajikan strategi-strategi pengembangan bisnis BlankOn melalui koperasi dilanjutkan Ahmad Haris Staf Teknis TI dari Banda Aceh akan menyajikan Implementasi BlankOn Pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Sedangkan hari kedua Akhmat Safrudin, salah seorang senior hacker BlankOn, akan menyajikan topik BlankOn sebagai sebuah gerakan Open Source dan Rahman Yusri Aftian seorang wiraswasta, EDP sekaligus pengajar asal Gresik, akan membahas tentang target-target yang akan dicapai pada rilis BlankOn berikutnya.
Baca lebih lanjut

Cara Install GTK+ di Linux Ubuntu

GTK+ (GIMP Tool Kit) yang sudah kita ketahui adalah sebuah Toolkit untuk menghasilkan aplikasi Visual dan hadir dengan widget yang sangat komplit.

Seperti yang saya jelaskan pada 4 seri tulisan sebelumnya yakni,

Pada tulisan di atas sudah saya jelaskan tentang bagaimana membuat aplikasi dengan GTK+. Nah mungkin temen-temen banyak terjadi kesalahan saat melakukan kompilasi program, Jika saat Kompilasi program terdapat pesan bahwa GTK+ library belum terinstall ini berarti temen-temen harus menginstallnya terlebih dahulu.

Berikut Langkahnya:

  1. Buka Synaptic Package Manager

    Baca lebih lanjut

Membuat Aplikasi Linux dengan GTK+ dan Glade — Part4

Mungkin para pembaca bertanya-tanya koQ rumit banget sih buat aplikasi di Linux masak dari Designnya aja harus pake koding belum lagi koding programnya.
Eits.. Jangan khawatir dulu coz tutorial pengantar sebelum ini itu cuma pemanasan aja biar temen-temen mengerti tentang dasar-dasar GTK+.

Design Aplikasi GTK+ dengan Glade3

Sekarang kita akan menggunakan “Glade Interface Designer” yakni IDE berbasis GUI untuk mendesign Aplikasi GTK+, ntar temen-temen tinggal coding program aja karena designnya (buat form, tombol, teksbox, radiobutton dll) tinggal comot dengan menggunakan Glade.

Mendevelop aplikasi GUI di linux menggunakan Glade dan C tidak seperti jika kita membangun aplikasi GUI dengan menggunakan Visual Basic, Netbeans, Delphi, Gambas dll yang ketika diklik 2x pada objek maka langsung masuk kepada halaman untuk coding terus kita tinggal ngoding gitu.

Baca lebih lanjut